BALI.KOMINFO.CO.ID #
JEMBRANA, 15
OKTOBER 2026 –
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jembrana bergerak cepat merespon antrean
panjang akibat krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi wilayah Kabupaten
Jembrana. Fenomena ini terjadi akibat
keterlambatan pasokan dan distribusi BBM, yang juga telah dikonfirmasi oleh
pihak PT Pertamina Patra Niaga, sehingga memicu lonjakan permintaan dan antrean
kendaraan. Terpantau barisan kendaraan memanjang hingga lebih dari 200 meter di
berbagai titik Stasiun Pengisian Bahan
Bakar Umum (SPBU) di Jembrana.
Melihat
kondisi masyarakat yang harus bertahan di bawah terik matahari selama berjam-jam
demi mendapatkan BBM, PMI Jembrana berinisiatif untuk melakukan aksi sosial dengan
membagikan air mineral secara gratis.
Aksi kemanusiaan ini menyasar empat titik SPBU utama secara bergantian, yaitu
SPBU Kaliakah, SPBU Loloan Timur (Jl. Ngurah Rai), SPBU Kepuh (Jl. Jendral
Sudirman) dan SPBU Bahagia (dekat Taman Makam Pahlawan).
Guna
mendukung pelaksanaan aksi kemanusiaan di lapangan, Markas PMI Jembrana
menerjunkan 4 (empat) personel staf serta menyiagakan 1 (satu) unit armada ambulans.
Kepala Markas PMI Jembrana, I Wayan Wikrama Wardana, menyampaikan bahwa
kesiapsiagaan operasional telah ditingkatkan pada hari Kamis (15/10) untuk memantau
langsung kondisi fisik warga di jalur antrean.
"Ambulans
dan personel sudah siaga hari ini, terutama pada siang hari ketika suhu udara sedang
panas-panasnya. Kami melakukan ini untuk
meminimalisir risiko warga yang mengalami dehidrasi atau kondisi lebih buruk akibat
kelelahan. Semoga saja tidak terjadi."
ujar Wikrama.
Langkah
responsif ini senada dengan arahan Ketua PMI Jembrana yang juga menjabat
sebagai Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, S.T., M.T. Ketua PMI Jembrana menekankan pentingnya mengoptimalisasi
pelayanan kemanusiaan agar manfaat dari anggaran dan program PMI benar-benar bisa
dirasakan secara langsung oleh masyarakat Jembrana.
"Kami
memotivasi rekan-rekan PMI agar bisa memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin
terutama dalam situasi-situasi genting seperti ini. Implementasi anggaran dan program
kerja PMI haruslah nyata dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga yang
sedang perlu bantuan di lapangan," tegasnya.
Dalam
aksi sosial per hari ini, PMI Jembrana menyalurkan 20 dus air mineral. Tidak sekadar membagikan air minum, para personel
PMI juga melakukan pendekatan humanis dengan
mengajak warga berbincang-bincang yang ringan demi mencairkan suasana dan
memberikan dukungan moral. Pendekatan psikososial
ini dinilai sangat krusial untuk menjaga kondisi emosi masyarakat agar lebih stabil
karena cenderung rentan emosional akibat lelah setelah mengantre sejak dini
hari.
Aksi
ini mendapat respon hangat dan apresiasi dari warga. Made Wibawa (62), salah seorang warga yang
ikut mengantre BBM, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian PMI. "Saya sangat berterima kasih karena ada air
gratis oleh PMI. Lumayan untuk menghilangkan haus. Saya tidak berani beli air lagi, takut kalau keluar
dari jalur antrean, tempat saya disalip orang lain," tutur Made setelah
melepas dahaga.
PMI
Jembrana berkomitmen bahwa aksi pembagian air mineral dan siaga ambulans ini
ditargetkan terus berlanjut hingga kondisi distribusi BBM kembali pulih dan situasi antrean
di SPBU membaik. (PMIJembrana)


