Magang di PMI, Belajar dan Berkontribusi dalam Aksi Kemanusiaan

 


BALI.KOMINFO.CO.ID #
DENPASAR — Program magang menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja sekaligus mengembangkan kemampuan diri melalui pengalaman secara langsung. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan akademik, magang juga menjadi ruang untuk belajar, berkontribusi, dan terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Hal tersebut diangkat melalui podcast bertajuk “Belajar, Berkontribusi, dan Menjadi Bagian dari Kemanusiaan.”

Podcast ini menghadirkan mahasiswa magang dari Universitas Udayana (Unud) dan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) yang menjalani program magang di PMI Provinsi Bali. Perbincangan dipandu oleh Komang Mauren Prangivani Mufu selaku host, dengan menghadirkan Arnoldus Yansen Kerau dan Putu Naia Damaya Putri sebagai narasumber. Ketiganya berbagi cerita mengenai awal mula mengikuti program magang, pengalaman selama menjalankan tugas, hingga keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Bagi Arnoldus Yansen Kerau, keingintahuan mengenai peran PMI menjadi salah satu alasan untuk mengikuti program magang di PMI Provinsi Bali. Selama ini, PMI kerap dikenal masyarakat melalui kegiatan donor darah. Namun, pengalaman magang memberikan kesempatan untuk mengenal lebih jauh berbagai kegiatan dan pelayanan PMI yang tidak hanya berkaitan dengan donor darah, tetapi juga mencakup beragam aksi kemanusiaan.

“Saya penasaran magang di PMI Provinsi Bali karena yang kita tahu biasanya hanya donor darah saja. Ternyata, ada banyak kegiatan lain yang dilakukan PMI dan pengalaman yang bisa kita dapatkan selama magang,” ungkap Arnoldus.

Selain memperoleh pengalaman kerja, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan di lapangan. Putu Naia Damaya Putri mengungkapkan bahwa pada awalnya ia memiliki ekspektasi mahasiswa magang tidak akan banyak dilibatkan dalam kegiatan lapangan. Namun, pengalaman yang dijalani justru memberikan kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan PMI dan membantu masyarakat.

“Ekspektasi saya, anak magang itu mungkin tidak dikasih ikut turun langsung ke lapangan. Tetapi ternyata, kami diajak langsung turun ke lapangan untuk membantu sesama. Dari situ, saya merasa bahwa magang di PMI bukan hanya tentang belajar pekerjaan, tetapi juga bagaimana kita bisa berkontribusi dan memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Naia.

Salah satu pengalaman yang menjadi bagian dari perjalanan magang mahasiswa adalah keterlibatan dalam kegiatan respons PMI Provinsi Bali saat terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa magang turut membantu pelaksanaan aksi kemanusiaan di sejumlah titik antrean BBM, termasuk mendukung pelayanan kepada masyarakat melalui pelayanan pertolongan pertama dan kesehatan sampai dengan pembagian roti dan air mineral kepada masyarakat terdampak. Kegiatan ini menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kontribusi kemanusiaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui podcast, pengalaman mahasiswa dari Unud dan UPMI menjadi gambaran bahwa program magang dapat menjadi ruang pembelajaran yang lebih luas daripada sekadar menjalankan tugas di tempat kerja. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga kesempatan untuk memahami nilai-nilai kemanusiaan melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan PMI.

Dengan semangat “Belajar, Berkontribusi, dan Menjadi Bagian dari Kemanusiaan”, PMI Provinsi Bali berharap keterlibatan mahasiswa dalam program magang dapat menjadi pengalaman bermakna sekaligus mendorong generasi muda untuk semakin peduli terhadap sesama. Sebab, menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan bukan hanya tentang seberapa besar kontribusi yang diberikan, tetapi juga tentang kemauan untuk hadir, membantu, dan bergerak bersama demi kemanusiaan.  (Rub/PMIBali)