Tiga Kabupaten Terdampak Kekeringan, PMI Bali Salurkan 585 Ribu Liter Air Bersih

 



Denpasar – Respon terhadap dampak kekeringan terus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali dengan memperluas layanan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Pada Rabu (23/9/2026), Berdasarkan data Posko PMI Provinsi Bali, distribusi air bersih mencakup 290.000 liter di Kabupaten Buleleng untuk 19.218 jiwa, 230.000 liter di Kabupaten Jembrana untuk 12.790 jiwa, serta 65.000 liter di Kabupaten Karangasem untuk 2.234 jiwa.

Pada Rabu (23/9/2026) PMI kembali menyalurkan air bersih untuk masyarakat di Kabupaten Jembrana serta di Kabupaten Buleleng. Di Kabupaten Jembrana, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke Br. Pendem, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Bantuan tersebut menjangkau 80 kepala keluarga atau 320 jiwa, terdiri dari 145 laki-laki dan 175 perempuan. Distribusi dilakukan bersama PDAM Tirta Amerta Jati. 

Sementara itu, layanan air bersih juga menyasar lingkungan pendidikan di SDN 1 Madenan, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk mendukung kebutuhan air di sekolah yang dihuni ratusan pelajar. Dari pendataan penerima manfaat, terdapat 179 jiwa, terdiri dari 86 laki-laki dan 93 perempuan.

Putu Andi Wahyudiatmika selaku Staff Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali mengatakan. “PMI Bali telah melakukan assessment untuk memetakan dampak dan kebutuhan masyarakat akibat kekeringan di Jembrana, Buleleng, dan Karangasem. Penanganan didukung pendanaan dari PMI Pusat, terutama untuk distribusi air bersih.”

Berdasarkan data  respons kekeringan posko PMI Provinsi Bali per 23 September 2026, layanan distribusi air telah mencapai 585.000 liter, dengan 34.242 penerima manfaat melalui 100 kali pelayanan. Respons tersebut mencakup wilayah Jembrana, Buleleng, dan Karangasem.
Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi wilayah. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, layanan ini juga menjadi bagian dari upaya PMI menjaga keberlangsungan aktivitas warga dan fasilitas pendidikan di tengah keterbatasan sumber air. (pur/PMIBali)