Denpasar
– Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali kembali menyelenggarakan Pelatihan
Pertolongan Pertama Reguler pada Rabu (5/8/2026). Pelatihan yang berlangsung di
Ruang Pertemuan PMI Center Provinsi Bali ini diikuti oleh 11 orang yang berasal
dari berbagai latar belakang, baik individu maupun perwakilan organisasi
masyarakat.
Pelatihan ini merupakan pelatihan tingkat dasar (Basic Level) yang dilaksanakan selama 8 jam pembelajaran. Dalam prosesnya, peserta memperoleh pembekalan teori dan praktik pertolongan pertama, meliputi keselamatan penolong, penilaian korban, Bantuan Hidup Dasar (BHD), penanganan kegawatdaruratan, hingga simulasi penanganan korban.
Salah
seorang peserta, Ni Komang Leni, mengaku baru pertama kali mengikuti Pelatihan
Pertolongan Pertama yang diselenggarakan oleh PMI Provinsi Bali. Ilmu yang
dipelajari hari ini sangat ia butuhkan dalam pekerjaannya yang berkecimpung di
dunia travel agent. Ia pun berharap PMI dapat membuka kelas level lanjutan agar
dapat meningkatkan skill pertolongan pertama.
Senada
dengan Bu Leni, Kepala Divisi Pengembangan Sumber Daya (PSD), Kerjasama dan
Kemitraan PMI Provinsi Bali Ibu Adi Eka Ulandari menyampaikan bahwa pelatihan
ini dilaksanakan karena dipandang perlu sebagai salah satu peningkatan
kapasitas masyarakat terkait keterampilan dasar pertolongan pertama. Pelatihan
yang ditujukan bagi masyarakat umum ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan peserta dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat,
dan aman saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
PMI
Provinsi Bali telah menjadwalkan Pelatihan Pertolongan Pertama Reguler
berikutnya pada 16 September, 14 Oktober, 18 November, dan 4 Desember 2026.
Masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan pada jadwal tersebut dapat melakukan
pendaftaran melalui tautan https://bit.ly/FirstAidPMIBali.
Dengan dilaksanakan Pelatihan Pertolongan Pertama yang di agendakan secara
regular, diharapkan dapat memberikan peluang bagi organisasi/lembaga atau
masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam kesiapsiagaan
dan situasi darurat. (RIS/PMIBali)


