Denpasar, Bali —
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu,
15 Agustus 2026 pukul 04.58 WITA. Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur
laut Laut Mbay, dengan kedalaman 15 kilometer.
Berkenaan dengan kejadian tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali sebelumnya pada Sabtu (15/8) telah mengirimkan Satff Penanggulangan Bencana (PB) untuk mendukung pelayanan kemanusiaan di wilayah terdampak mulai dari set up Posko, sampai dengan sinkronisasi dan update data yang didapatkan berdasar hasil assessment.
PMI Provinsi Bali kembali
dipercaya PMI Pusat untuk mengirimkan personel nya dalam mendukung pelaksanaan tugas PMI di NTT
berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan. Dan pada Jum’at (21/8) PMI Provinsi
Bali mengirimkan 2 (dua) orang personel antara lain Sdr. I Nyoman Sukawirma dari
PMI Kabupaten Tabanan dan Kadek Sumardika dari PMI Kabupaten Buleleng. Personel
yang bertugas rencananya akan bergabung bersama Tim Tanggap Darurat Bencana
Gempa Flores.
“Saya akan bertugas
sebagai pendamping PMI Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur selama 30 hari
(1 bulan) dalam menjalankan Layanan TDB Gempa Bumi Flores - NTT” seperti yang Kadek
Sumardika. Berbeda dengan Sumardika, personel lainnya Nyoman Sukawirma direncanakan
akan bertugas sebagai bagian dari tim Detail Assessment Water, Sanitation
and Hygiene (WASH) untuk menggali informasi mengenai kondisi serta
kebutuhan WASH masyarakat terdampak.
Kehadiran PMI diharapkan dapat memperkuat respon tanggap darurat serta mendukung
upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak sesuai dengan situasi dan kondisi
yang ada di lapangan.
.jpeg)

