BALI.KOMINFO.CO.ID #
Jembrana
- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jembrana bergerak cepat merespons
ancaman krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. Pada Senin (27/7), PMI
Kabupaten Jembrana menerjunkan 5 orang personel untuk mendistribusikan 5.000
liter air bersih ke Tempek II, Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem,
Kecamatan Jembrana.
Langkah
taktis ini diambil segera setelah PMI menerima laporan dari Kepala Lingkungan
(Kaling) Pancardawa yang menyatakan bahwa warganya mulai kesulitan mendapatkan
air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sebanyak 5.000 liter air bersih
tersebut disalurkan langsung ke beberapa titik tandon air untuk memenuhi
kebutuhan 65 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak di wilayah tersebut.
Berdasarkan
prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau
tahun 2026 di Bali diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering dari
biasanya. Hal ini dipicu oleh fenomena El Nino moderat hingga kuat yang
berlangsung sejak pertengahan hingga akhir tahun 2026, dengan puncak kekeringan
diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Secara historis, Kecamatan Jembrana dan
Kecamatan Mendoyo memang menjadi wilayah yang paling rentan terhadap krisis air
bersih saat musim kemarau.
Kepala
Lingkungan Pancardawa, I Putu Partika Yasa, menyampaikan apresiasi yang
mendalam atas respons cepat dari PMI Jembrana. "Kami sangat berharap
bantuan air bersih ini dapat meringankan beban dan bermanfaat langsung bagi
warga kami yang saat ini sedang terdampak kekeringan," ujarnya.
Kondisi
di lapangan diperparah oleh mengeringnya sumber air utama warga. Kadek Sandi
Wantara, salah seorang warga terdampak, menuturkan bahwa selama ini mereka mengandalkan
air sungai untuk kebutuhan harian. "Kami biasanya menggunakan air dari
sungai, namun saat ini aliran sungai sudah sangat sedikit dan menyusut drastis.
Akibatnya, pasokan air tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari," keluhnya.
Menyikapi
situasi ini, Kepala Markas PMI Kabupaten Jembrana, I Wayan Wikrama Wardana,
menegaskan bahwa Pancardawa menjadi salah satu atensi khusus karena berdasarkan
pengalaman tahun lalu, wilayah ini juga sempat mengalami krisis serupa.
"Sesuai
dengan arahan dari PMI Provinsi Bali serta dukungan dari PMI Pusat, pelaksanaan
operasi distribusi air bersih ini akan kami lakukan berkala satu kali sehari
demi memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Kami juga telah berkoordinasi
intensif dengan pihak terkait dan bersinergi dengan BPBD Jembrana untuk terus
memetakan wilayah mana saja yang mulai terdampak kekeringan ekstrem ini,"
kata I Wayan Wikrama Wardana.
PMI
Kabupaten Jembrana akan terus menyiagakan personel dan armada tangki air sepanjang
musim kemarau ini sebagai wujud operasi tanggap darurat bencana kekeringan,
demi memastikan masyarakat Jembrana mendapatkan akses air bersih yang layak.
Wilayah
atau desa yang terdampak kekeringan atau sedang membutuhkan distribusi air
bersih dapat menghubungi kepala desa setempat untuk bisa menyampaikan ke PMI
Jembrana atau bisa langsung menghubungi di nomor 081717175149. (PMIJembrana)


