Banjarangkan – Dalam upaya
mencetak generasi muda yang tangguh dan responsif terhadap situasi darurat,
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klungkung hadir memberikan edukasi
kebencanaan dalam kegiatan Kemah Terpadu PMR, Pramuka, dan OSIS yang
diselenggarakan oleh SMP Negeri 1 Banjarangkan, Kamis (26/3).
Kegiatan yang berlangsung di ruang
kelas SMP Negeri 1 Banjarangkan ini diikuti oleh ratusan siswa yang merupakan
perwakilan dari berbagai organisasi kesiswaan di sekolah tersebut. Staf
Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Klungkung, I Gede Irwan Santosa,
hadir sebagai pemateri untuk membagikan wawasan mengenai manajemen risiko
bencana dan langkah-langkah penyelamatan diri.
Tidak hanya sekadar teori di
dalam kelas, di sela-sela pemberian materi, para peserta diajak langsung untuk
melakukan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Begitu aba-aba dimulai,
puluhan siswa dengan sigap mempraktikkan langkah penyelamatan diri, mulai dari
teknik berlindung di bawah meja (drop, cover, hold on) hingga prosedur evakuasi
menuju titik aman yang telah ditentukan.
Simulasi ini bertujuan agar para
siswa memiliki refleks yang tepat saat menghadapi ancaman gempa bumi yang bisa
terjadi kapan saja. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat mencoba
mempraktikkan cara melindungi kepala dan mencari jalur keluar yang paling aman
secara tertib.
Penyampaian materi kebencanaan
dalam kemah terpadu ini memiliki tujuan besar, di antaranya:
- Membangun
Kapasitas Siswa: Memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis
bencana dan cara meminimalisir dampaknya.
- Sinergi
Antar Organisasi: Memperkuat koordinasi antara Guru, anggota OSIS, PMR,
dan Pramuka agar memiliki standar yang sama dalam aksi kemanusiaan di
sekolah.
- Pembentukan
Karakter Tangguh: Menanamkan jiwa relawan dan kepedulian sosial sejak usia
dini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
para peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi agen perubahan
(agent of change) di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dengan bekal
pengetahuan yang mumpuni, para siswa diharapkan memiliki kesiapsiagaan mental
dan fisik yang kuat, sehingga risiko dampak bencana dapat ditekan seminimal
mungkin di masa depan. (PAN/PMIKlungkung)
.jpeg)
