Badung - Masih dalam rangkaian Lokalatih Masyarakat Peduli Iklim dan Cuaca (MOSAIC), Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali berkesempatan untuk melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor BMKG Wilahah III Denpasar pada Kamis, (12/2). Kunjungan ini merupakan upaya untuk memperkuat sistem peringatan dini dan respon cepat terhadap bencana.
Adapun yang terlibat dalam kunjungan ini diantaranya Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali, jajaran staf PMI Provinsi Bali, perwakilan PMI Kabupaten/Kota serta perwakilan BPBD Provinsi Bali.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali H. Agus Bambang Priyanto, S.H menekankan bahwa di kondisi saat ini di mana adanya bencana likuefasi dan hidrometeorologi, penting untuk memiliki pemahaman mengenai cuaca dan iklim.
"Dulu, prakiraan cuaca BMKG mungkin hanya dianggap penghias di pojok koran. Namun saat ini, seluruh lapisan masyarakat wajib memantau pembaruan cuaca melalui platform digital. BMKG adalah mata dan telinga kami. Informasi dari BMKG memungkinkan PMI untuk segera mengerahkan personel secara tepat dan cepat," ujar Agus Bambang.
Sementara itu Kepala Bagian Tata Usaha BMKG Wilayah III Denpasar, Tanto Widyanto menyambut niat baik PMI untuk mempelajarai sistem kerja dan peralatan pemantauan cuaca secara langsung.
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Kami berharap PMI, sebagai perwakilan masyarakat, dapat memahami bagaimana sistem kerja kami dalam mendukung keselamatan publik, terutama terkait pengaruh curah hujan, siklon yang sulit diprediksi, hingga potensi tsunami," ungkap Tanto.
Melalui kunjungan ini pihak BMKG berharap para peserta lokalatih dapat memanfaatkan produk dan informasi dari BMKG untuk memberikan edukasi serta peringatan dini di lingkungan masyarakat masing-masing.
Kunjungan ini didasari oleh peringatan Kepala BMKG Pusat mengenai potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga Februari 2026. Hal ini selaras dengan instruksi Presiden untuk melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana, khususnya terkait ancaman hidrometeorologi pasca terjadinya banjir bandang di Sumatera beberapa waktu lalu.
Adanya kolaborasi antara PMI dan BMKG diharapkan dapat menjadi jembatan informasi antara pemantauan data BMKG hingga aksi di lapangan yang dilakukan oleh relawan PMI guna meminimalisir risiko bencana di wilayah Bali.
