DENPASAR, 24 Februari 2026 – Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bali secara berkelanjutan sejak 22 hingga 24 Februari 2026 memicu banjir di puluhan titik. Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali melaporkan setidaknya 42 titik terdampak yang tersebar di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Hingga Selasa (24/2), Kota Denpasar menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 32 titik banjir, disusul Kabupaten Badung sebanyak 8 titik, Kabupaten Gianyar 2 titik, dan Kabupaten Tabanan 1 titik.
Merespons situasi darurat ini, PMI Provinsi Bali bersama PMI Kabupaten/Kota melakukan aksi evakuasi besar-besaran, terutama di kawasan wisata Seminyak. Sebanyak 43 orang berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Tidak hanya Warga Negara Indonesia, korban dari banjir ini juga adalah Warga Negara Asing sebanyak 30 orang. Tim PMI juga melakukan asesmen terhadap bangunan rusak di wilayah Jalan Bung Tomo, Jalan Seroja, dan Jalan Kemuda di Kota Denpasar.
Selain Kota Denpasar, pelayanan juga dilaksanakan di beberapa wilayah diantaranya Kabupaten Tabanan, sebanyak 6 KK terdampak banjir di Banjar Jaga Satru, 2 KK di antaranya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Di Kabupaten Klungkung, PMI juga telah menangani pohon tumbang di Desa Gunaksa dan menjadwalkan distribusi bantuan logistik bagi korban terdampak pada esok hari (25/2).
Staf Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali, I Putu Andi Wahyudiatmika, SM, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan saat ini masih cukup menantang.
"Di beberapa titik wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, air masih merendam setinggi orang dewasa, meskipun di beberapa lokasi lain sudah mulai surut. Tantangan utama kami adalah jumlah warga terdampak yang cukup banyak, sementara personil dan sarana prasarana, khususnya perahu evakuasi, jumlahnya terbatas," ujar Andi Wahyudiatmika.
Sebagai langkah tindak lanjut, PMI Provinsi Bali telah mengaktifkan Posko Siaga Bencana sejak 21 Februari 2026. Seluruh pelayanan dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, serta masyarakat.
Hingga saat ini korban terdampak tercatat 207 orang. PMI Provinsi Bali menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Warga juga diingatkan untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya melalui grup WhatsApp atau media sosial guna mencegah kepanikan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau informasi terkait penanggulangan bencana, dapat menghubungi Posko PMI Provinsi Bali: 0813-3947-4681 atau melalui Markas PMI Provinsi Bali di (0361) 9583005. (yun/PMIBali)
.jpeg)
