Julukan PMI Reborn yang disematkan Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, kepada PMI Kabupaten Tabanan bukan sekadar istilah simbolik.
Julukan ini adalah kritik terbuka sekaligus harapan besar. Kritik karena pada periode kepengurusan 2021–2026, PMI Kabupaten Tabanan dinilai tidak terkelola dengan baik, sehingga banyak program kemanusiaan yang seharusnya menyentuh masyarakat justru gagal direalisasikan.
Harapan karena kini PMI diberi kesempatan untuk bangkit dan menata ulang perannya sebagai garda terdepan misi kemanusiaan.
Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI sejatinya tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif semata.
Ketika manajemen melemah, dampaknya langsung dirasakan masyarakat, stok darah menipis, layanan tidak optimal, dan kepercayaan publik perlahan terkikis.
Fakta ini harus diakui secara jujur, bukan untuk saling menyalahkan, tetapi sebagai pembelajaran agar kesalahan serupa tidak terulang.
Kepengurusan baru membawa harapan baru ujar Bupati murah senyum ini saat memberikan sambutan Pelantikan Pengurus baru PMI Kabupaten Tabanan Periode 2025-2030, Jumat, 9 Januari 2025.
Julukan PMI Reborn kata Bupati Sanjaya harus dimaknai sebagai titik nol untuk membangun kembali tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan responsif.
Peluncuran program Si Doras menjadi sinyal positif bahwa PMI mulai berani keluar dari zona nyaman dan menjawab persoalan riil di lapangan.
Namun, kebangkitan tidak cukup berhenti pada seremoni dan slogan. PMI Kabupaten Tabanan dituntut membuktikan konsistensinya melalui kerja nyata, program yang berkelanjutan, serta kehadiran yang dirasakan masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
Dukungan penuh pemerintah daerah hendaknya dijawab dengan kinerja yang terukur dan akuntabel.
Bupati yang dikenal sukses merubah wajah transportasi di Kabupaten Tabanan ini ingin mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah modal utama PMI.
Sekali kepercayaan itu hilang, kata Komang Gede Sanjaya akan sulit merebutnya kembali. Karena itu, PMI Reborn harus menjadi janji moral, bukan sekadar julukan.
Janji bahwa PMI Kabupaten Tabanan kini benar-benar hidup kembali, bekerja dengan hati, dan setia pada nilai dasar kemanusiaan sesuai dengan tujuh prinsip PMI.
Pada akhirnya, kebangkitan PMI bukan hanya tentang organisasi, melainkan tentang nyawa manusia yang bergantung pada kehadirannya. Di sanalah ukuran keberhasilan PMI Reborn akan diuji.
